Motor yang kencang dan bisa finish duluan saat balapan tidak hilang dari peran penting sang joki balap liar.
Balap malam memang masih menjadi pilihan utama untuk ajang tampil siapa paling tercepat dilintasan malam, tetapi apa cerita joki liaran dibalik itu semua?
temui salah satu joki balap liar di salah satu bengkel kawasan bilang jakarta barat, Fahmi Afifi yang biasa dipanggil Pipiw menuturkan kejujuran suka duka dibalik balap liar.
"Ya kalau lagi menang lumayan bisa buat makan dan bayar ini-itu. Kalau lagi kalah ya enggak bisa bawa uang sama sekali" ungkap Pipiw.
Joki langsing ini sangat berharap dirinya bisa tampil di ajang balap resmi terus menerus dan meninggalkan balap malam.
"Inginnya terus di resmi, di liaran resikonya tinggi. Kalau balap resmi kan lengkap untuk safetynya hampir bisa dijamin.
Keberadaan balap motor liar atau trek-trekan kian meresahkan. Pasalnya bukan hanya sekedar taruhan adu nyali penggila kecepatan, namun telah berkembang menjadi lokasi prostitusi.
Keberadaan sekelompok perempuan berpakaian minim yang dengan leluasa menjajakan diri untuk mencari perhatian lelaki seakan melengkapi liarnya kehidupan malam di arena tersebut. Hal tersebut tergambar dari penulusuran Pos Kota di salah satu sudut jalan di kota Tangerang, Banten.
Menjelang tengah malam, jalan yang merupakan akses menuju hunian elit Green Lake City dan Metland Cyber City, Ciledug, Tangerang, mendadak berubah laknya sirkuit balapan. Ribuan muda mudi yang kebanyakan masih usia sekolah berkumpul dengan menunggangi kuda besi milik mereka. Bukan hanya berasal dari Tangerang, namun tidak jarang muda-mudi yang datang ke lokasi ini berasal dari Depok, Bekasi bahkan Serang.
Mobil patroli polisi yang terparkir di sebuah pos keamanan tampak tak menggangu aktivitas mereka. Deruan suara motor yang keluar dari knalpot marung memecah sunyinya malam.
Sejenak mereka tampak terlihat hanya sekedar bercengkrama. Namun selepas polisi meninggalkan lokasi, kehidupan di sepanjang jalan tersebut kian ramai. Beberapa motor yang telah dimodivikasi mulai menghiasi jejeran pembatas jalan yang terbuat dari besi. “Biru atau kuning, ayo siapa yang berani taruhan,” teriak seorang pemuda.
Tak lama uangpun terkumpul. Besaran taruhan bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Sang pemacupun telah siap berdiri di atas motor tungganganya. Dan tak lama, dua unit motor dengan warna biru dan kuning melesat dengan kecepatan tinggi.
Menurut penonton, yang setiap hariya nongkrong di jalan itu, pemacu motor yang disebut joki bukanlah pemilik motor, namun ia hanya bikers yang berhak memperoleh jatah 10 persen dari total taruhan yang terkumpul. “Ya misalnya ada Rp500 ribu paling joki hanya kantongi Rp50 ribu sekali balapan. Kalau dia menang sampai 10 kali semalam bisa dapat uang RP500 ribu,” ujar penonton
Lebih lanjut penonton mengaku hampir setiap malam datang ke jalan ini untuk mengadu peruntungan dengan mengikuti taruhan balap liar. “Saya pernah kalah sampai Rp1 juta semalam. Tapi karena kalah itu saya jadi penasaran
Di balik nyali besar pembalap drag race liar, begini pengakuannya.
Balap liar di jalanan memang sering menjadi masalah remaja dewasa ini. Di sejumlah kota fenomena balapan liar sering kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. Meski tak jarang, para pembalap juga menyalurkan hobinya di ajang drag race dengan aturan dan pengaman yang ketat.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat para pembalap liar itu tak hirau akan keselamatan? Mereka tetap memilih ajang balap liar walaupun sudah ada wadah resmi yang mengatur tentang balapan sepeda motor terutama drag race. Drag race adalah balapan adu kecepatan di trek lurus. Siapa yang paling cepat mencapai garis finis dialah pemenangnya. Banyak dari motor modifikasi yang dipakai di ajang drag race tidak memenuhi standar keamanan apapun. Bodi motornya sudah dilepas semua agar ringan. Motor yang dipakai seringkali hanya berupa rangka dan mesin saja.
Andrean, seorang pemerhati drag race mengatakan bahwa modifikasi ini memang dilakukan agar bisa mencapai kecepatan maksimal. "Meringankan beban motor dan yang kedua untuk memudahkan joki untuk memacu kendaraannya dengan top speed. Misalnya yang saya alami dulu rata-rata motor balap pasti pendek soalnya semakin kencang motor akan semakin susah dikendalikan. Dengan cara merubah sasis dari motor joki bisa lebih nyaman," tandas Andrean saat dihubungi
Peralatan joki atau pengendara juga tak kalah minimal. Mereka sering hanya menggunakan kaos dan celana jeans ketika balapan. Helm dan pakaian pelindung hanya "diwajibkan" di even resmi saja. Walhasil, mereka akan memacu kendaran mereka dengan kecepatan tinggi dengan menggunakan baju seadanya dan tanpa pengaman. Pakaian yang minim serta peralatan keselamatan yang kurang membuat joki atau pengendara sering tidak selamat ketika mengalami kecelakaan.
Andrean mengatakan rata-rata balap liar tidak memikirkan risiko balapannya. Dan pembalap liar yang rata-rata masih berumur remaja, pikiran masih belum matang.
Joki balap liar hanya mengandalkan kepopuleran ketika bisa membalap dengan kecepatan tinggi tanpa peralatan keselamatan. Faktor gengsi, taruhan, dan bahkan mendapat teman cewek ABG bisa menjadi motivasi seorang joki balap.
Sementara Rian, joki balap liar mengakui bahwa dia tidak hanya menyalurkan hobi balapnya tapi juga untuk mencari uang. "Yah dari uang taruhan kan nanti ada komisi buat para joki. Bahkan, taruhan bukan sekadar uang tetapi motor," ujarnya dikutip dari Merdeka.
Selain itu, menjadi joki nomor satu akan memperoleh popularitas di antara para wanita. "Pasti itu cewek kan bangga jalan sama kita. Yah nggak mesti diseriusin juga, hanya buat have fun aja. Apalagi kalau cewek knalpot (cepot) ngga mikirin tuh joki ganteng apa jelek. Dia pasti seneng diboncengin," ujarnya.
Taruhan di balap liar sebenarnya sudah menjadi incaran kepolisian. Tak hanya uang, tapi juga kadang 'hadiah' cewek ABG bagi pemenang balap liar. Balap liar itu ada indikasi melakukan perjudian. Joki dapat uang, ada cewek ABG (anak baru gede) untuk hadiah.
Odhy, seorang joki sekaligus pengamat balap liar mobil di Malang mengatakan bahwa adu gengsi menjadi alasan kenapa pembalap terutama menggunakan mobil sering melakukan balap liar. "Mereka biasa adu gengsi antara pembalap atau antar klub," kata Odhy saat dihubungi.
Di Malang, kata Odhy biasa adu balap pada pagi jam 01.00 sampai 03.00. Kendaraan yang digunakan sering memakai satu lajur dan saling berdempetan. "Pembalap harus berhati-hati karena spion bisa saling bersenggolan," kata Odhy.
Tapi hal ini tak menyurutkan semangat pembalap. Sering juga mereka 'gandeng' atau membalap musuh yang sama berkali-kali.
Mulai dari gengsi, taruhan, hingga cewek, joki drag race mempunyai banyak motivasi untuk melakukan balap liar. Keselamatan bukan nomor satu bagi mereka. Bagi mereka, siapa yang duluan mencapai garis finish berhak mendapatkan semuanya.
TRIK KHUSUS UNTUK JADI JOKI BALAP LIAR
Balapan liar memang bukan kegiatan resmi yang dilakukan, tetapi para jokinya memiliki trik selama berlomba di trek lurus.
Bahkan diketahui melalui wawancara, trik tersebut mereka lakukan untuk mengejar kemenangan.
Seperti yang diungkapkan alvan cebonk, joki balap liar yang memiliki nomor start #63 ini.
Alvan cebonk menjelaskan setidaknya ada 4 trik yang biasa diterapkan saat Ia mengikuti balapan liar.
Balap liar meski enggak berada di event resmi tapi ada bocoran joki balap liar punya cara supaya menang terus di trek lurus.
Cara joki balap liar biar menang terus bisa meraih kemenangan uang sampai puluhan juta rupiah sekali balapan.
Seperti wawancara dengan Alvan cebonk joki Balap liar yang mempunyai nomor start #63 ini
Alvan Cebonk menuturkan setidaknya ada 4 trik yang diterapkan di balap liar yang bisa ngebikin dia menang terus.
Simak 4 trik menang terus di balap liaran.
1. Settingan yang Bagus
Untuk bisa finis lebih dahulu, settingan motor yang pas sudah wajib hukumnya.
"Harus terus cari settingan yang pas, biar motor gak trouble saat dipacu," ucap cebonk sapaan akrabnya.
2 . Jaga Berat Badan dan Kesehatan
Sebagai joki balap liaran, berat badan sangat berpengaruh dalam laju motor.
Kalau joki terlalu enteng juga motor sering standing atau roda akan spin.
"Kalo bagi aku, 45 kg sudah pas, tidak terlalu enteng ataupun berat.
3. Karakter Joki Lawan
Ini menjadi penting karena sebelum bertanding, doi sebelum-sebelumnya selalu memperhatikan karakter joki.
Cara melakukan start joki lawan, dari cara buka gas sampai posisi badan harus dicari tau titik kelemahannya.
4. Analisa Saat Balap
Menganalisa kemampuan musuh saat sedang bertanding juga tidak luput dari perhatian.
Cara musuh mengoper gigi dan mengambil jalur di lintasan harus dianalisa.
"Kalau saat itu kalah kita harus tau kelemahan musuh, itu akan menjadi masukan untuk mekanik dalam merubah settingan. Jadi saat taruhan ulang bisa menang," tutup Alvan cebonk.
Fenomena balap liar
September,06, 2019
BALAP LIAR

Pada zaman sekarang ini di era globalisasi, banyak hal yang berubah contoh kecilnya adalah pergaulan remaja yang agak tercoreng dan tidak ada batasnya lagi, banayak di kalangan remaja melakukan hal-hal yang negatif yang merugikan buka hanya merugikan dirinya tetapi merugikan juga bagi orang lain . contohnya balapan liar karena remaja mempunyai jiwa keingin tahuan yang cukup tinggi terpengaruh dari film atau sekedar ingin mencari nama dan di bilang jagoan saja!, Kenakalan remaja dapat di golongkan menjadi kegiatan yang meyimpang atau kegiatan yang negaatif yang merugikan dirinya dan orang lain.
kegiatan balap liar yang dilakukan kalangan remaja ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, justru bagi masyarakat kalangan bawah balapan liar merupakan hiburan tersendiri, Sebagian besar pelaku balap liar ini justru bukannya golongan menengah tapi golongan bawah. Remaja yang berasal dari keluarga golongan bawah/keluarga miskin ini adalah pelaku dari balapan liar, Mulai dari motor curian sampe motor orangtuanya yang belum lunas, juga sah-sah saja buat mereka, yang penting mereka mendapatkan tepuk tangan dari teman-teman geng mereka atau para penonton yang menonton aksinya, sayangnya dalam hal ini polisi atau pihak yang bertanggung jawab seakan membiarkan para pelaku balap liar melakukan aksinya dengan leluasa, Menanggapi tentang semakin maraknya Balapan Liar di Ibu Kota atau kota-kota lainnya, kita miris mendengarnya apa lagi oknum dari sang joki balap liar ini di dominasi oleh para remaja yang masih menginjak bangku sma bahkan ada yang masih smp, seharusnya para remaja ini melakukan hal-hal yang positif yang dapat menguntungkan diri sendiri dan orang lain, kalau mereka melakukan aksi balapan liar otomatis mereka melakukan aksinya pada malam hari sekitar jam 12-4 subuh dan besok adalah waktunya mereka sekolah akhinya yang harusnya besok sekolah mereka jadi malas dan mereka bolos karena takut di marahi orang tua. Pada gilirannya orang tua harus berurusan dengan sekolah, karena anak-anak yang sering bolos sekolah.Hal ini akan berdampak tidak baik untuk hubungan antara orang tua dan anak, jika hal tersebut terus berlanjut maka anak-anak akan mencari pelarian yang lainnya, misalnya narkoba dan yang lainnya yang akan membuat anak semakin jauh menyimpang dari kehidupan yang lebih baik bagi masa depannya, pahal aksi balapan liar tersebut terbilang sangat nekat karena belum tentu joki yang sudah terlatih dalam bidang otomotif apa lagi banyak dari joki tidak memakai helm dan pakain yang khusus diperuntukan untuk balapan mereka hanya memakai celana panjang dan kaos betapa nekatnya mereka semua, dan tidak jarang dari mereka yang balap liar kecelakaan dalam aksinya.


belum lagi polusi suara yang di timbulkan karena rata-rata dari para oknum pembalap liar memakai kenalpot racing yang menimbulkan suara yang sangat berisik dan menganggu warga yang memikiki rumah di daerah sekitar da sangat menganggu para pengguna jalan,Ternyata dari pengalaman mereka bahwa balapan liar tersebut sudah sengaja diadakan yang dikoordinir oleh pemilik bengkel agar mereka mau dibujuk untuk memodifikasi mesin motor mereka sekalipun motor mereka masih baru dibelikan oleh orang tuanya dengan cara kredid (baru 5 bulan sudah 2 kali turun mesin atau jebol dengan biaya yang tidak sedikit), ini akan sangat terasa pada saat krisis ekonomi global sekarang ini. Kegiatan balapan motor tersebut ternyata sudah ada “kerja sama” dengan oknum dari aparat kepolisian setempat untuk mendapatkan “bocoran” apabila akan diadakan razia dengan cara menyuruh mereka pindah

